Penambang Poboya Tunjukkan Nasionalisme di Hari Kemerdekaan RI
- By REDAKSI --
- Monday, 18 Aug, 2025
PALU, Sararamedia.id - Semangat nasionalisme tak pernah padam, bahkan di tengah aktivitas tambang rakyat yang penuh keterbatasan. Hal ini dibuktikan oleh masyarakat penambang Poboya yang turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Upacara Detik-detik Proklamasi secara sederhana namun khidmat di kawasan pertambangan rakyat Kijang 30, Poboya.
Mengusung tema Nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, upacara ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud tekad para penambang untuk tetap menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Upacara dipimpin oleh Kusnadi Paputungan, Koordinator Forum Rakyat Lingkar Tambang Poboya, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Yayan. Ratusan penambang dan masyarakat lingkar tambang turut hadir, bersama tokoh adat, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang diwakili Agussalim, SH, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan langsung oleh para penambang. Suasana haru terasa ketika seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Prosesi berlanjut dengan pembacaan teks Pancasila oleh Kusnadi Paputungan, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Sekretaris Adat Kota Palu, M. Amin Panto, serta pembacaan teks Proklamasi oleh Bendahara MPA, Walmuji Abd Rahman.
Upacara ditutup dengan doa oleh Kuasa Hukum Poboya dan Lingkar Tambang, Syarafuddin, SH. Seusai upacara, peserta melakukan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Kusnadi Paputungan menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan di lingkar tambang bukan sekadar seremonial, melainkan juga momentum memperkuat persatuan dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat penambang.
``Kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan ada di semua kalangan, termasuk para penambang. Meski bekerja di tengah keterbatasan, kami tetap punya tekad menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,`` ujar Kusnadi, Minggu (17/8/2025).
Sementara itu, perwakilan LBH, Agussalim, SH, mengapresiasi kekompakan para penambang. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat tambang tidak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi.
Peringatan kemerdekaan di Poboya tahun ini juga dijadikan ruang refleksi untuk memperjuangkan keadilan sosial, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempererat semangat persaudaraan antarpenambang.
Upacara sederhana itu pun ditutup dalam suasana penuh keakraban, dengan canda tawa dan kebersamaan yang menjadi kekuatan utama masyarakat lingkar tambang Poboya. (***)
